Jumat, 04 November 2016

Teks Anekdot Siswa 2016



Teks Anekdot
Karya : Nur Aisyah
Kelas : X MIA CI 1
Pemeriksaan Petugas Kebersihan Sekolah
Di sabtu sore itu, Nizam sedang asik bermain game di kelasnya. Ia memang sering pulang terlambat, lantaran keasikan bermain game.
            Di sekolah Nizam, setiap jam sekolah barakhir, yaitu saat sorenya. Petugas kebersihan sekolah melakukan peninjauan ke masing – masing kelas. Kelas terkotor dan kelas terbersih akan diumumkan pada saat apel. Kelas yang menjadi kelas terkotor akan dikenai denda sebesar Rp.50.000.
            Sudah jam 4 sore, Nizam masih berkutat dengan game-nya. Saat sedang asik bermain, lapar pun menghampirinya. Sayangnya, uang jajan-nya sudah ia habiskan pada jam istirahat. Ia lalu keluar dari kelas untuk mencari keberuntungan. Saat sedang berdiri di depan pintu kelasnya, tak sengaja ia melihat uang Rp.5.000 di dalam tong sampah. Tidak berpikir dua kali, di korek – koreknya tong sampah itu demi mendapatkan uang 5 ribu tadi. Untungnya, kantin saat itu masih banyak yang buka, mengingat banyak siswa yang selalu pulang sore. Makanan di kantin itu pun hanyalah sisa – sisa tadi pagi, tak heran bila sedikit siswa yang berbelanja di kantin saat sore hari. Setelah membeli 4 siomay dan sebuah aqua, Nizam kembali kelasnya sambil membawa makanan. Entah kenapa, ia ingin makan di luar kelas. Ia pun makan di depan pintu kelasnya, layaknya seorang gembel kelaparan.
            Setiap siomaynya habis, tusuknya ia buang begitu saja tanpa memperhatikan sekitar. Padahal ada tong sampah yang ia korek tadi. Kemudian seorang kakak kelas bertubuh pendek, dengan wajah sangar penuh jerawat, serta tidak mengenakan seragam sekolah datang menghampiri Nizam.
            “Dek, kenapa teras kelasmu kotor sekali.?” Tanya kakak kelas
            “Ah, toh juga besok hari minggu buat apa membersihkan.!” Jawab Nizam
            “ tapi kan, tidak ada siswa yang datang hari minggu hanya untuk membersihkan kelas.?” Tanya kakak kelas
            “ asal kakak tahu saja, kami sekelas bersih – bersih hanya untuk terhindar dari denda 50 ribu”. Jawab Nizam
            “ oh,, terimakasih ya dek.! Kakak permisi dulu, soalnya masih ada urusan”. ( kakak kelas )
            “ oh iya kak, sama – sama” ( Nizam )
            Kakak itu pun pergi meninggalkan Nizam yang sedang asik makan. Hari senin-nya setelah upacara, diumumkan kelas terkotor dan kelas terbersih. Nizam kaget mendengar bahwa kelasnya-lah yang menjadi kelas terkotor. Nizam lalu teringat dengan kakak yang menghampirinya sabtu sore itu. Ternyata kakak itu adalah salah satu petugas pemeriksa kebersihan sekolah. Nizam pun malu dengan dirinya sendiri. Ia juga merasa bersalah dengan teman – temannya.




0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda Tidak Menyinggung Orang Lain.! Sekian